Hubungan Partisipasi Masyarakat dengan Keberlanjutan Ekologi, Sosial-Budaya dan Ekonomi dalam Agroedu Wisata Kota Bogor

Authors

  • Amalia Sholihah Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor, Indonesia
  • Murdianto Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Bogor, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/jskpm.v9i3.1291

Keywords:

agroedu wisata, keberlanjutan, partisipasi

Abstract

Agroedu wisata Mulyaharja merupakan pariwisata yang mengedepankan konservasi lingkungan dan serta peningkatan partisipasi aktif masyarakat sebagai pengelola. Kontribusi masyarakat sebagai pengelola menjadi faktor vital bergeraknya pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekologi, sosial-budaya dan ekonomi masyarakat dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada 35 responden yang terlibat dalam pengembangan Agroedu Wisata Mulyaharja pengambilan data dengan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam dan studi literatur. Data kuantitatif diuji menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekologi; terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan sosial-budaya; terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekonomi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alikodra, H. S. (2012). Konservasi sumber daya dan lingkungan: Pendekatan ecosophy bagi penyelamatan bumi (1st ed.). Gadjah Mada University Press.

Amanah, S., & Novikarumsari, N. D. (2019). Pengembangan model agroeduwisata sebagai implementasi pertanian berkelanjutan. Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development, 1(2), 67–71. https://doi.org/10.23960/jsp.v1i2.14

ANTARA. (2021, Januari 31). Wisata kampung tematik Mulyaharja Bogor. Antaranews.com. https://www.antaranews.com/foto/1976466/wisata-kampung-tematik-mulyaharja-bogor

Askar, J. (2004). Konsep pengembangan berkelanjutan (sustainable development) [Makalah tidak diterbitkan]. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. https://www.rudyct.com/PPS702-ipb/09145/askar_jaya.pdf

Badan Pusat Statistik. (2022). Luas kawasan pertanian di Jawa Barat. https://jabar.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzAwIzI=/luas-panen-tanaman-padi-ha-.html

Badan Pusat Statistik Kota Bogor. (2023). Kota Bogor dalam angka 2023.

Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation’s place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213-235. https://doi.org/10.1016/0305-750X(80)90011-X

Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi. Kencana.

Effendi, S., & Tukiran. (2012). Metode penelitian survei. Pustaka LP3ES.

Fauzan, M. R. (2024, Agustus 23). Wisata ke Agro Eduwisata Organik Mulyaharja Bogor dijamin lebih seru, pengunjung bisa rasakan sensasi membajak sawah hingga panen padi. Radar Bogor. https://radarbogor.jawapos.com/wisata/2475010284/wisata-ke-agro-eduwisata-organik-mulyaharja-bogor-dijamin-lebih-seru-pengunjung-bisa-rasakan-sensasi-membajak-sawah-hingga-panen-padi

Fauzi, A. (2004). Ekonomi sumber daya alam dan lingkungan: Teori dan aplikasi. Gramedia Pustaka Utama.

Hutabarat, J. (2024). Wisata edukasi pertanian di Kota Bogor. Buletin Teknologi & Inovasi Pertanian, 3(1), 31-34. https://republikasi.pertanian.go.id/berkala/btip/article/view/3696

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif [KEMENPAREKRAF]. (2021). Siaran pers: Work from Bali akan diluncurkan mulai Juli 2021 secara bertahap. https://kemenparekraf.go.id/berita/Siaran-Pers-%3A-Work-From-Bali-akan-Diluncurkan-Mulai-Juli-2021-Secara-Bertahap

Masriah, I., Ingkadijaya, R., & Mumin, A. T. (2024). The influence of tourism facilities and attractions on revisit intentions with visitor satisfaction as an intervening variable: A study on Kampung AEWO Mulyaharja Bogor. International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events, 8(2). https://doi.org/10.31940/ijaste.v8i2.109-124

McKercher, B., & du Cros, H. (2002). Cultural tourism: The partnership between tourism and cultural heritage management. Haworth Hospitality Press.

Nurisjah, S. (2007). Perencanaan lanskap. Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Parantika, A., Wibowo, F. X. S., & Wiweka, K. (2020). The development of thematic tourist village of Mulyaharja Bogor based on community empowerment approach. Tourism Research Journal (TRJ), 4(2), 113-132. https://doi.org/10.30647/trj.v4i2.86

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Dana Desa. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16. https://peraturan.bpk.go.id/Details/38572

Rau, J. G., & Wooten, D. C. (1980). Environmental impact analysis handbook. McGraw-Hill

Singarimbun, M., & Effendi, S. (1989). Metode penelitian survei. LP3ES.

Syahyuti. (2006). 30 konsep penting untuk pembangunan pedesaan dan pertanian: Penjelasan tentang konsep, istilah, teori, dan indikator serta variabel. Bina Rena Pariwara.

Tafalas, M. (2010). Dampak pengembangan ekowisata terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat lokal: Studi kasus ekowisata bahari Pulau 86 XI Mansuar, Kabupaten Raja Ampat [Tesis, Institut Pertanian Bogor]. Institut Pertanian Bogor.

Tuzaroh, A. (2015). Analisis pengembangan ekowisata bahari Taman Kili-Kili sebagai daerah tujuan wisata di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Jurnal Swara Bumi, 3(3), 7-20.

Tirtawinata, M. H., & Fachruddin, L. (1996). Daya tarik dan pengelolaan agrowisata. Penebar Swadaya

Tourism for Us. (2021, Mei 22). Mulyaharja, wisata desa di tengah Kota Bogor. https://tourismforus.com/2021/05/22/mulyaharja-wisata-desa-di-tengah-kota-bogor/

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. (2009). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. (1999). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60.

Yulianda, F. (2007). Ekowisata bahari sebagai alternatif pemanfaatan sumberdaya pesisir berbasis konservasi. Makalah disampaikan pada Seminar Sains, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Yosep. (2018, November 7). Kelurahan Mulyaharja kantung kemiskinan terbesar di Kota Bogor. Radar Bogor. https://www.radarbogor.id/2018/11/07/miris-kelurahan-mulyaharjakantungkemiskinan-terbesar-di-kota-bogor/

Downloads

Published

2025-12-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Hubungan Partisipasi Masyarakat dengan Keberlanjutan Ekologi, Sosial-Budaya dan Ekonomi dalam Agroedu Wisata Kota Bogor”, jor. sains. kom. peng. masy., vol. 9, no. 3, pp. 168–186, Dec. 2025, doi: 10.29244/jskpm.v9i3.1291.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>