Analisis Karakteristik Model Mental Aktor dalam Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Berbasis Komunitas (Studi Kasus: Wisata Pantai Gope, Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, Kota Serang, Banten)

Authors

  • Aisyah Ananda Amsyir Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Dramaga Bogor 16680, Indonesia
  • Saharuddin Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Dramaga Bogor 16680, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/jskpm.v10i1.1371

Keywords:

mental models, actors, tourism development

Abstract

Keterlibatan aktif berbagai pihak sangat penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan mencerminkan kepentingan bersama dan berkelanjutan. Kolaborasi yang baik antar aktor akan mendorong terciptanya inovasi dan penyelesaian masalah yang lebih efektif dalam pengembangan wisata. Terdapat berbagai metode pendekatan yang dapat dilakukan dalam melihat apa yang memicu aktor dalam melakukan pengambilan keputusan dalam pengembangan wisata salah satunya dengan model mental. Model Mental merupakan sistem berpikir aktor yang berasal dari luar batas sadar aktor, saat mengungkapkan gambaran mereka tentang sistem di luar dirinya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik model mental aktor, serta tingkat model mental yang akan dilakukan pengujian kepada 30 orang aktor sebagai responden. Metode penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aktor memiliki nilai-nilai dan model mental yang mempengaruhi bagaimana mereka menghadapi tantangan dalam pengembangan wisata yang dibuktikan dari orientasi seluruh aktor yaitu peningkatan jumlah wisatawan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Batteux, E., Bilovich, A., & Johnson, S. G. B. (2020). When precision backfires: The effects of unwarranted precision on consumer loyalty [Working paper].

Brown, A., & Kroll, C. (2018). Community adaptation and sustainable tourism development: Mental models and strategies. Journal of Sustainable Tourism, 26(4), 517–533. https://doi.org/10.1080/09669582.2017.1409278

Cand Muhammad, Febrianty, & Sentanu, I. G. E. P. S. (2023). Manajemen pengambilan keputusan. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.

Doyle, J. R., & Ford, J. K. (1998). Human cognition and social learning. Journal of Experimental Psychology: Learning, Memory, and Cognition, 24(3), 651–665.

Fauziah, N. R., & Nasdian, F. T. (2021). Hubungan antara partisipasi masyarakat dengan pemanfaatan digital pada desa wisata (Kasus: Desa Wisata Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 5(1), 189–201. https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i1.768

Gray, S. A., Zanre, E., & Gray, S. R. J. (2014). Mental modeler: A fuzzy-logic cognitive mapping modeling tool for adaptive environmental management. Dalam Proceedings of the 7th International Congress on Environmental Modelling and Software (hlm. 134–142).

Gruber, H. (1981). On scientific thinking. Columbia University Press. https://archive.org/details/onscientificthin0000unse_q5t8

Hikmat, H. (2010). Strategi pemberdayaan masyarakat. Humaniora Utama Press.

Johnson-Laird, P. N. (1983). Mental models: Towards a cognitive science of language, inference, and consciousness. Harvard University Press.

Jones, N. A., Ross, H., Lynam, T., Perez, P., & Leitch, A. (2011). Mental models: An interdisciplinary synthesis of theory and methods. Ecology and Society, 16(1), Article 46. https://doi.org/10.5751/ES-03802-160146

Prakoso, B. (2020). Sejarah ritel modern di Indonesia: Dari kemunculannya hingga eksistensinya di masyarakat. Jurnal Hospitality dan Pariwisata, 6(1), 15–29.

Sanga, U., & Koli, U. (2023). Mental models of sustainable groundwater management among farmers in semi-arid regions of Maharashtra, India. Groundwater for Sustainable Development, 21, 100904. https://doi.org/10.1016/j.gsd.2023.100904

Scharmer, C. O. (2008). Theory U: Leading from the future as it emerges. Berrett-Koehler Publishers.

Sekarningrum, D. (2019). Mengelola konflik dalam organisasi: Strategi dan tips. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 1–10.

Singarimbun, M., & Effendi, S. (2006). Metode penelitian survei. LP3S.

Smith, M., & Robinson, M. (2020). Issues in cultural tourism studies (2nd ed.). Routledge.

Sterman, J. D. (1994). Learning in and about complex systems. System Dynamics Review, 10(2–3), 291–330. https://doi.org/10.1002/sdr.4260100211

Suprayogi, R. A. (2008). Mentransformasikan organisasi menjadi learning organization. Universitas Airlangga.

Surwiyanta, A. (2003). Dampak pengembangan pariwisata terhadap kehidupan sosial budaya dan ekonomi. Media Wisata, 1(1), 1–10.

Yusuf, S. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Analisis Karakteristik Model Mental Aktor dalam Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Berbasis Komunitas (Studi Kasus: Wisata Pantai Gope, Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, Kota Serang, Banten)”, jor. sains. kom. peng. masy., vol. 10, no. 1, pp. 16–30, Jun. 2026, doi: 10.29244/jskpm.v10i1.1371.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>