Hubungan Dinamika Kelompok dan Dukungan Penyuluhan dengan Adopsi Inovasi Fero-Lanas pada Budidaya Ubi Jalar(Kasus Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor)

Authors

  • Salsa Amalia Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Dramaga Bogor 16680, Indonesia
  • Hana Indriana Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Dramaga Bogor 16680, Indonesia
  • Ghilandy Ramadhan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Dramaga Bogor 16680, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/jskpm.v10i1.1601

Keywords:

adopsi inovasi, dinamika kelompok, dukungan penyuluhan

Abstract

Ubi jalar (Ipomea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia, namun dalam sistem produksinya seringkali terhambat oleh serangan hama lanas (Cylas formicarius). Sebagai upaya alternatif pengendalian yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) adalah inovasi perangkap feromon seks bernama Fero-Lanas, yang meskipun efektivitasnya telah terbukti, penerapan dan penyebaran inovasi ini masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dinamika kelompok dan dukungan penyuluhan dengan adopsi inovasi Fero-Lanas di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Responden pada penelitian ini berjumlah 30 orang dan dipilih dengan teknik sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok tidak memiliki hubungan signifikan dengan adopsi inovasi, sedangkan dukungan penyuluhan memiliki hubungan yang kuat dan signifikan dengan adopsi inovasi Fero-Lanas di Desa Benteng.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Basuki, K. N. I., Winasa, I. W., & Santoso, S. (2024). Tingkat serangan hama boleng cylas formicarius (Coleoptera: Brentidae) pada tanaman ubi jalar cilembu di Kabupaten Sumedang [Skripsi sarjana, IPB University]. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135554

Effendi, & Tukiran. (2012). Metode penelitian survei (ed. revisi). LP3ES.

Effendy, L., Yahya, M., Haryanto, Y., & Rudiat, R. (2022). Adoption of sex pheromones for pest control of sweet potato weevil of cilembu sweet potato in Sumedang District, West Java, Indonesia. Journal of Tianjin University Science and Technology, 55(1), 18–32. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/938PR

Forsyth, D. R. (2014). Group dynamics (6th ed.). Wadsworth Cengage Learning.

Johnson, D. W., & Johnson, F. P. (2012). Joining together: Group theory and group skills (11th ed.). Pearson.

Lainawa, J., & Lenzun, G. D. (2022). Hubungan kinerja penyuluh, kemampuan komunikasi, sikap peternak dengan proses adopsi inovasi teknologi pengembangan usaha ternak babi di Kabupaten Minahasa. Zootec, 42(2), 392–404. https://doi.org/10.35792/zot.42.2.2022.43000

Leleng, S., Dethan, A., & Simamora, T. (2021). Pengaruh karakteristik peternak dan dukungan penyuluhan terhadap kemampuan teknis beternak sapi potong di Kecamatan Insana Induk. Jurnal Animal Science, 6(4), 65–68. https://savana-cendana.id/index.php/JA/artikle/download/1473/530

Mardikanto, T. (1992). Penyuluhan pembangunan pertanian. Sebelas Maret University Press.

Prayogo, Y., Setyaningsih, N., Hariyono, D., & Suminarti, N. E. (2022). Integrasi komponen pengendalian hama penggerek ubi jalar (Cylas formicarius Fab.). Jurnal Entomologi Indonesia, 19(1), 42–54. https://doi.org/10.5994/jei.19.1.42

Pustaka Pertanian. (2015, September 29). Cinta palsu Fero-Lanas membawa harapan besar petani ubi jalar. https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/index-berita/cinta-palsu-fero-lanas-membawa-harapan-besar-petani-ubi-jalar

Ramadhiana, D. A. M., Hartono, R., & Nazaruddin. (2021). Rancangan penyuluhan untuk mengubah persepsi petani ubi jalar terhadap pengendalian hama lanas menggunakan daun mimba dan feromon. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 16(2), 83–99. https://doi.org/10.51852/jpp.v16i2.507

Reddy, G. V. P., Wu, S., Mendi, R. C., & Miller, R. H. (2014). Efficacy of pheromone trapping of the sweet potato weevil (Cylas formicarius) (Coleoptera: Brentidae) based on dose, septum age, attractant, radius, and mass trapping. Journal of Chemical Ecology, 43(3), 767–773. https://doi.org/10.1603/EN13329

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Ruyadi, I., Winoto, Y., & Komariah, N. (2017). Media komunikasi dan informasi dalam menunjang kegiatan penyuluh pertanian. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 5(1), 37–50. https://doi.org/10.24198/jkip.v5i1.11522

Sjaf, S., Elson, L., Hakim, L., Godya, I. M., & Amongjati, S. A. (2020). Monografi Desa Benteng. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB University. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132621

Suhardiyono, L. (1992). Kelompok tani: Dinamika dan pengembangannya. CV Yasaguna.

Supriyatin, S. (2008). Hama boleng pada ubi jalar dan cara pengendaliannya. Buletin Palawija, (2), 22–29. https://doi.org/10.21082/bulpalawija.v0n2.2001.p22-29

Syamsir, Z., Abidin, I., & Jafar, M. I. (2024). Persepsi petani jagung terhadap efektivitas metode penyuluhan pertanian di Desa Modelidu. Jurnal Agrisistem: Seri Sosial Ekonomi dan Penyuluhan, 20(2), 60–66. https://doi.org/10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v20i2.325

Triani, A., Karlina, L., Tiyantara, M. B., Adrian, R., Fatricia, R., Ananda, Y., & Irsan, C. (2021). Perkembangan pemanfaatan feromon untuk pengendalian hama Lepidoptera di Indonesia. Dalam S. Herlinda et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-9 Tahun 2021: Sustainable urban farming guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era pandemi (hlm. 202–208). Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya. https://conference.unsri.ac.id/index.php/lahansuboptimal/article/view/2325

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Hubungan Dinamika Kelompok dan Dukungan Penyuluhan dengan Adopsi Inovasi Fero-Lanas pada Budidaya Ubi Jalar(Kasus Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor)”, jor. sains. kom. peng. masy., vol. 10, no. 1, pp. 1–15, Jun. 2026, doi: 10.29244/jskpm.v10i1.1601.

Most read articles by the same author(s)