Strategi Nafkah dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Internally Displaced Persons (IDPs) Pasca Erupsi Gunung Sinabung (kasus pada Huntap Siosar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara)

Authors

  • Kesia Adeta Brahmana Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia
  • Ekawati Sri Wahyuni Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29244/jskpm.v9i4.1502

Keywords:

modal nafkah, rumah tangga IDPs, strategi nafkah, tingkat kesejahteraan

Abstract

Erupsi Gunung Sinabung sejak 2010 menyebabkan rumah tangga IDPs direlokasi ke Hunian Tetap Siosar, mengharuskan mereka menyesuaikan strategi nafkah berdasarkan modal yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis modal nafkah, strategi nafkah, dan tingkat kesejahteraan rumah tangga IDPs sebelum dan sesudah erupsi melalui survei 40 rumah tangga, wawancara, dan studi literatur. Data kuantitatif diolah dengan uji T dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara modal nafkah dan strategi nafkah namun sangat signifikan terlihat pada tingkat kesejahteraan sebelum dan sesudah erupsi. Menurunnya modal nafkah khususnya modal alam mengakibatkan rumah tangga sulit berstrategi nafkah di bidang pertanian pada akhirnya tidak mencapai kesejahteraan seperti di desa asal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amanah S. (2014). Pemberdayaan sosial petani-nelayan, keunikan agroekosistem dan daya saing. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2013). Data sensus pertanian, Tanaman Hortikultural.

Badan Pusat Statistik. (2020). Indikator Kesejahteraan Rakyat.

Dharmawan, A. H. (2007). Sistem penghidupan dan nafkah pedesaan: Pandangan sosiologi nafkah (livelihood sociology) mazhab barat dan mazhab Bogor. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 1(2), 69-192. https://doi.org/10.22500/sodality.v1i2.5932

Ellis, F. (2000). Rural livelihoods and diversity in developing countries. Oxford University Press.

Ginting, S. M., Juliandi. (2017). Peranan komunikasi dalam mencegah konflik horizontal sesama pengungsi erupsi Sinabung di posko pengungsian di Berastagi Kabupaten Karo. Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 1(1), 1–12.

Habibi, M., & Buchori, I. (2013). Model spasial kerentanan sosial ekonomi dan kelembagaan terhadap bencana Gunung Merapi. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 2(1), 1-10. https://doi.org/10.14710/tpwk.2013.1402

Perangin-angin, F. (2021). Strategi nafkah rumah tangga internally displaced persons (IDPs) pasca erupsi Gunung Sinabung (kasus: Huntap Keci-Keci, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) [Skripsi, Institut Pertanian Bogor]. http://repository.ipb.ac.id:8080/handle/123456789/106673

Scoones, I. (1998). Sustainable rural livelihoods: A framework for analysis (IDS Working Paper No. 72). Institute for Development Studies. https://opendocs.ids.ac.uk/articles/report/Sustainable_Rural_Livelihoods_A_Framework_for_Analysis/26473384

Segara, R. (2019). Strategi dan struktur nafkah rumah tangga petani kentang pasca bencana alam erupsi Gunung Sinabung [Skripsi, Institut Pertanian Bogor]. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/123456789/51851/1/i11rga.pdf

Susetyo, H. (2004). Kebijakan penanganan internally displaced persons (IDPs) di Indonesia dan dunia internasional. Indonesian Journal of International Law, 2(1), Article 7. https://doi.org/10.17304/ijil.vol2.1.7

United Nations. (1998). Guiding principles on internal displacement. Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

Zastrow, C. (2000). Introduction to social work and social welfare. Brooks/Cole.

Downloads

Published

2025-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
“Strategi Nafkah dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Internally Displaced Persons (IDPs) Pasca Erupsi Gunung Sinabung (kasus pada Huntap Siosar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara)”, jor. sains. kom. peng. masy., vol. 9, no. 4, pp. 217–228, Dec. 2025, doi: 10.29244/jskpm.v9i4.1502.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>