Konsumsi Junk Food di Kalangan Mahasiswa pada Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.29244/jskpm.v9i3.1514Keywords:
e-commerce, junk food, mahasiswa, media sosialAbstract
Kemudahan aksesibilitas layanan pada platform e-commerce serta maraknya paparan “konten digital” mengenai makanan di media sosial semakin mempermudah mahasiswa dalam memperoleh junk food, yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat penggunaan e-commerce dan media sosial dengan pola konsumsi junk food. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan didukung data kualitatif. Responden dipilih dengan teknik simple random sampling pada masing-masing cluster proporsi jenis kelamin laki-laki dan perempuan, sehingga diperoleh 56 responden. Temuan penelitian mengindikasikan adanya korelasi positif yang signifikan antara tingkat penggunaan e-commerce dan media sosial dengan konsumsi junk food mahasiswa.
Downloads
References
Aisyah, S. N., Muchbichin, Sa’diyah, H., Anggraini, L. D., Mawaddah, N. V., & Firmansyah, A. (2023). Analisis peran e-commerce terhadap perilaku konsumtif remaja. JoEMS (Journal of Education and Management Studies), 6(1), 26-30. https://doi.org/10.32764/joems.v6i1.899
Amalia, S. N. I., Octaria, Y. C., Maryusman, T., & Imrar, I. F. (2023). The associations between social media use with eating behavior, physical activity, and nutrition status among adolescents in DKI Jakarta. Amerta Nutrition, 7(2), 193-198. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.193-198
Ansyar, & Ariani, L. (2023). Pengaruh intensitas iklan media sosial terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa provinsi Kalimantan Selatan. Nathiqiyyah: Jurnal Psikologi Islam, 6(2), 8-14. https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v6i2
Annur, C. M. (2024, February 20). Indonesia, pasar online food delivery terbesar di Asia Tenggara. Databoks Katadata. https://databoks.katadata.co.id/infografik/2024/02/20/indonesia-pasar-online-food-delivery-terbesar-di-asia-tenggara
Data Reportal. (2025). Digital 2025: Indonesia. https://datareportal.com/
Fitriani, N. S., Wurjanto, A., Kusariana, N., & Yuliawati, S. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan dan pengaruh media sosial dengan perilaku konsumsi makanan berisiko diabetes melitus pada mahasiswa Universitas Diponegoro. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 7(1), 404-410. https://doi.org/10.14710/jekk.v7i1.13308
Handayani, D. A., & Khomsan, A. (2023). Hubungan intensitas penggunaan aplikasi pesan antar makanan secara online dan status gizi mahasiswa. Jurnal Ilmu Gizi Dan Dietetik, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.25182/jigd.2023.2.1.1-8
Hidayati, A., Hidayat, T., & Pristian, R. (2020). E-commerce dan dampaknya terhadap perilaku konsumsi mahasiswa (Studi kasus pada mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi IKIP PGRI Bojonegoro). IKIP PGRI Bojonegoro.
Jihad, F. F., Paradhiba, M., Is, J. M., Duana, M., Sriwahyuni, S., Darmawan, & Oktaria, Y. (2024). Pengaruh media sosial terhadap preferensi makanan sehat dan bergizi pada remaja: Studi di kalangan siswa SMA. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 10(1), 22–32. https://doi.org/10.33143/jhtm.v10i1.3773
Kearney, J. (2010). Food consumption trends and drivers. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 365(1554), 2793–2807. https://doi.org/10.1098/rstb.2010.0149
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka.
Lesmana, T. (2023). Analisis perilaku konsumen generasi milenial dalam berbelanja online. Jurnal EBI. 5(2):46-56. https://doi.org/10.52061/ebi.v5i2.175
Popkin, B. M. (2017). Relationship between shifts in food system dynamics and acceleration of the global nutrition transition. Nutrition Reviews, 75(2), 73–82. https://doi.org/10.1093/nutrit/nuw064
Septiana, P., Nugroho, F. A., & Wilujeng, C. S. (2018). Konsumsi junk food dan serat pada remaja putri overweight dan obesitas yang indekos. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 30(1), 61-67. http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb.2018.030.01.11
Sofianti, S. (2019). Analisis hubungan penggunaan media sosial Facebook dengan perilaku konsumtif siswa sekolah menengah atas (Skripsi sarjana). Institut Pertanian Bogor.
Statista. (2021). Online food delivery - Indonesia. https://www.statista.com/
Statista. (2024). Estimated value of E-commerce expenditures on consumer goods in Indonesia in 2023, by category. https://www.statista.com/
Statista. (2024). Number of users of E-commerce in Indonesia from 2020 to 2029. https://www.statista.com/
Sudrajat, A., & Lestari, C. R. (2024). Hubungan intensitas paparan media sosial dengan pola konsumsi junk food pada ibu rumah tangga. Indonesian Journal of Nutrition Science and Food, 3(1), 16–22.
Tanjung, N. U., Amira, A. P., Muthmainah, N., & Rahma, S. (2022). Junk food dan kaitannya dengan kejadian gizi lebih pada remaja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 14(3), 133–140. https://doi.org/10.52022/jikm.v14i3.343
We Are Social. (2024). Data digital Indonesia 2024. https://wearesocial.com/.
Xiaoyu, B. (2023). Exposure assessment: Critical review of dietary exposure methodologies-from budget methods to stepped deterministic methods. Present Knowledge in Food Safety, 606-613. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-819470-6.00070-6
Yadewani, D., & Wijaya, R. (2017). Pengaruh E-commerce terhadap minat berwirausaha (Studi kasus: AMIK Jayanusa Padang). Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), 1(1), 64-69. http://dx.doi.org/10.29207/resti.v1i1.6
Downloads
Published
License
Articles published in Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license. You are free to copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the title of the work, journal citation, link to the DOI, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.
Copyright on articles is retained by the respective author(s), without restrictions. A non-exclusive license is granted to Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat to publish the article and identify itself as its original publisher, along with the commercial right to include the article in a hardcopy issue for sale to libraries and individuals.
By publishing in Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, authors grant any third party the right to use their article to the extent provided by the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license.



